♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪----->>> Welcome to My Blog <<<-----♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 April 2016

Rekreasi dan Belajar di Kuntum Nurseries Bogor

Tahun kemarin aku bersama dengan rekan guru dan siswa kelas 1 SD Citra Berkat Citra Raya mengadakan outing ke Kuntum Nurseries Bogor. Sebelumnya aku dan teman-teman guru melakukan survei ke tempat tersebut yang beralamat di Jl. Raya Tajur 291 Bogor. Waktu itu kami berangkat untuk survei tidak menggunakan mobil, akan tetapi mencoba menggunakan transportasi umum. Kebetulan rumah dan sekolah kami berada di daerah Citra Raya Tangerang. Kami berangkat dari shuttle bus Citra Raya menuju stasiun Tangerang kemudian naik KRL dan berhenti di stasiun Bogor. 

Setelah sampai di stasiun Bogor kemudian kami naik angkot warna hijau dua kali tapi aku lupa nomor berapa saja. Namun lokasi Kuntum Nurseries sangat strategis dan mudah ditemukan karena berada dekat dengan jalan raya yang dilewati angkot. Setibanya di sana kami disambut dengan ramah, kemudian diberi penjelasan serta selanjutnya kami diperbolehkan untuk berkeliling lokasi Kuntum Nurseries Bogor. Akhirnya kami membuat kesepakatan untuk datang kembali bersama anak didik kami.

Tibalah hari yang dinantikan terutama oleh para siswa kelas 1 yaitu berkunjung ke Kuntum Nurseries. Pada waktu itu kami berangkat pagi hari menggunakan 2 bus pariwisata. Sepanjang jalan para siswa sangat senang dan ingin sekali segera sampai ke tempat tujuan. Setelah sampai disana, para siswa berbaris sesuai dengan kelompok yang sudah ditentukan dan masing-masing kelompok ada pemandunya. Mereka dibagikan caping (penutup kepala) dan Lembar Kerja Siswa (LKS) masing-masing anak satu. 

Di Kuntum Nurseries para siswa tidak hanya sekedar rekreasi dan melepas penat, namun mereka juga bisa belajar sesuai dengan tema pelajaran pada saat itu. Tempatnya bersih dan sejuk sehingga nyaman untuk kegiatan belajar. Kegiatan-kegiatan yang kami lakukan di Kuntum Nurseries Bogor antara lain sebagai berikut :

1. Memberi Makan Ayam

Hai ayam-ayam, makan dulu ya!
Para siswa diberi penjelasan macam-macam ayam yang ada di Kuntum Nurseries. Tidak hanya sekedar mendengarkan penjelasan namun juga sampail ditunjukkan jenis-jenis ayam yang ada, cara merawat dan makanannya. Selanjutnya para siswa diberi satu kantong kecil makanan ayam yang kemudian diberikan pada ayam. Beberapa ayam ada yang diletakkan pada kandang kecil, akan tetapi ada juga ayam ayam yang dibiarkan bebas dalam kandang yang besar. Mungkin bagi anak yang tidak terbiasa dengan ayam bisa takut karena banyak sekali ayamnya. Namun lama-lama mereka juga merasa biasa saja bahkan senang.

Minggu, 12 Januari 2014

Permainan Tradisional Beras Ketan Menir Thiwul


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Bermain tidak terlepas dari kehidupan siswa karena bermain dalam kehidupan anak-anak merupakan proses yang sangat mendasar dalam pertumbuhan fisik dan perkembangan mental serta sosial seorang siswa. Permainan dapat mengembangkan kecerdasan siswa dan merupakan sarana untuk mengungkapkan rasa gembira, susah serta perasaan lainnya. Permainan bila sesuai situasi dan kondisi siswa, dapat digunakan untuk menyingkirkan keseriusan, menghilangkan stress, mengajaknya terlibat penuh, serta meningkatkan proses belajar.
Pada zaman sekarang bermain didominasi oleh permainan yang menggunakan listrik dan membutuhkan banyak biaya untuk bermain. Permainan tersebut seperti play station, game online dan sebagainya. Dalam permainan itu sudah disediakan lawan bermain dan tombol-tombol tertentu untuk mengoperasikannya sehingga anak tinggal duduk di depan komputer dan memencet tombol itu. Anak tidak perlu mencari teman-temanya untuk bermain.  Akan tetapi permainan itu hanya bisa dilakukan bagi mereka yang mempunyai uang.
Sebernarnya masih ada permainan yang tidak membutuhkan biaya tetapi menyenangkan dan cocok dimainkan di era modern ini. Permainan yang dapat membentuk komunikasi yang baik dengan teman, bisa bersosialisasi dan lain-lain juga bisa diciptakan. Permainan yang baik mencakup unsur bermain antara lain mempunyai tujuan, bebas, dapat dinikmati, imajinati dan sebagainya. Oleh karena itu penulis tertarik untuk membuat permainan yang tidak memerlukan biaya, dapat membentuk komunikasi dengan teman dan memenuhi unsur bermain, yaitu permainan BERAS KETAN MENIR THIWUL.

Sabtu, 11 Januari 2014

Permainan Tradisional Betengan

Betengan adalah permainan anak yang cukup populer di kalangan anak-anak usiaku sewaktu aku SD, walaupun waktu itu kami menyebutnya dengan nama 'bakperan'. Hal yang paling menarik dari permainan ini adalah jumlah pemain yang tidak dibatasi, dengan waktu permainan yang tak terbatas pula. Karenanya, kami biasa memainkan permainan ini di sekolah saat jam istirahat. Sebagai pemerhati permainan tradisional, aku akan membagikan bagaimana cara memainkan permainan ini.

Untuk memainkan betengan, pertama kali yang harus anda lakukan adalah

Kamis, 05 Januari 2012

Permainan Tradisional Sepak Sekong

Masa kecilku sungguh menyenangkan. Aku selalu menghabiskan waktu untuk bercanda dan bermain bersama teman-temanku. Pada waktu itu cukup banyak anak-anak seusiaku. Aku hampir setiap hari bermain dengan mereka meskipun temanku sebagian besar anak laki-laki. 

Waktu itu aku duduk di bangku Sekolah Dasar yang tak jauh dari rumahku. Setiap kali pulang sekolah, aku selalu berganti pakaian lalu makan. Selesai makan, tak lama kemudian terdengar suara teman-temanku memanggil namaku. Mereka mengajakku bermain bersama. Aku dan teman-teman selalu mengajak teman yang lain untuk bermain. Kami selalu menghampirinya dan memanggil namanya dengan nada yang khas waktu itu.
Aku dan temanku menuju kebun yang cukup luas, rindang dan udaranya segar. Kebun itu adalah milik mbah Warto. Hampir setiap hari di kebun itu banyak anak yang berkumpul untuk bermain bersama. Suara riuh dan celoteh anak-anak selalu terdengar di sana. Mbah Warto senang karena kebunnya ramai. 

Aku dan teman-temanku bermain sepak sekong. Sepak sekong adalah

Rabu, 16 November 2011

Anak Tipe Kognitif Sebenarnya Tidak Menyusahkan

Belajar dan bermain bersama dengan anak-anak merupakan hal yang menyenangkan bagi banyak orang. Mereka selalu ceria dan bersemangat dalam menjalani hari-harinya. Mereka seakan-akan tidak peranah merasa capai dalam bergerak dan beraktivitas. Di balik mereka yang ceria, polos dan apa adanya, ternyata mereka memiliki tipe dan karakter yang berbeda-beda.

Kita sering menjumpai anak yang mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan selalu melontarkan pertanyaan yang kadang mengejutkan. Kedua hal tersebut merupakan ciri-ciri anak dengan tipe kognitif. Mereka suka mengotak-atik sesuatu dan biasanya mempunyai pengetahuan yang lebih luas. Hal tersebut dikarenakan mereka mempunyai dorongan untuk lebih tahu sehingga pengetahuannya lebih di atas usia teman sebayanya. Mereka sangat kritis dan jika berpendapat biasanya memiliki alasan yang cukup mendukung pendapatnya.

Anak ekspresif yang aku temui di sebuah pantai di Yogyakarta. 

Sabtu, 12 November 2011

Berkunjung ke SLB

Berkunjung ke Sekolah Luar Biasa (SLB), itulah pengalamanku selanjutnya. Aku berkunjung ke SLB Negeri 1 Bantul Yogyakarta. Di sana terbagi menjadi beberapa jurusan untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus. Ada kelas untuk tuna netra, tuna rungu wicara, tuna grahita, tuna daksa dan kelas anak autis. Waktu itu hari Senin. Aku mengikuti upacara bendera bersama anak-anak SLB tersebut. Aku merasa penasaran dan terus mengamati jalannya upacara meskipun terik matahari mulai terasa membakar pipi kiriku. Aku mengikuti upacara hingga usai. Anak-anak yang berkebutuhan khusus bisa mengikuti upacara dengan tertib dan petugas upacara juga melaksanakan tugasnya dengan baik. 

Setelah upacara bendera, aku mengunjungi berbagai kelas yang ada di sana pada jurusan yang berbeda pula. Pertama aku mengunjungi kelas 1 SD tuna grahita. Mereka mengikuti pelajaran dengan penuh perhatian dan serius seperti layaknya di sekolah biasa. Mereka cenderung manja dan minta diperhatikan, tapi di sisi lain sangat ramah. Selanjutnya saya berkunjung ke SLB D yaitu kelas tuna rungu wicara. Aku sempat terkejut melihat anak-anak tuna rungu wicara asyik berkomunikasi dengan teman-temannya. Mereka bercanda tawa tidak kelihatan seperti anak tunawicara. Aku mengajak mereka bicara, dan ternyata dia merespon dengan baik. Dia memperhatikan gerak bibirku sehingga dia paham tentang apa yang aku katakan. Aku juga minta untuk diajari belajar huruf dengan bahasa isyarat. Aku berjalan memasuki kelasnya, ternyata mereka tidak kalah dengan anak-anak yang bersekolah di sekolah biasa. Mereka pandai membaca dan menulis bahkan mereka dapat menulis pesan lewat handphone.

Rabu, 07 Juli 2010

Dunia Anak, Penuh Tantangan tapi Menyenangkan

Jika kita mendengar kata "anak-anak", apa yang selintas ada dalam pikiran kita? Mungkin ada yang berpendapat lucu, polos, menjengkelkan, tak kenal lelah, usil, bawel, ingin tahu, dan masih banyak lagi. Nah, itulah anak-anak. Terjun dalam dunia anak-anak itu penuh tantangan namun juga menyenangkan. Anak-anak terlahir dari latar belakang yang berbeda, dan mereka tumbuh menjadi pribadinya masing-masing.


 
Selama saya mendampingi anak-anak sampai saat ini, banyak sekali pengalaman-pengalaman yang berarti dalam hidup saya. Rasa jengkel kadang kala menghampiri ketika mereka tak mau memperhatikan tetapi justru sibuk ribut dengan teman-temannya. Ada pula yang menguji kesabaran saya dengan selalu mengganggu temannya saat pelajaran sedang berlangsung dan tak mau mengerjakan soal. Bermain-main pesawat dari kertas di dalam kelas dan mengekspresikan "ngambek" dengan mengamuk serta membanting benda-benda di sekitarnya. Melihat wajah mereka yang lucu-lucu dan penuh semangat, rasa jengkel yang menghampiri pun seketika pergi. Mereka bukan berarti nakal, namun hanya ingin lebih diperhatikan. Terasa ganjil jika seorang anak hanya diam, melipat tangan di atas meja tanpa celoteh dan ekspresi yang mereka punya.


Selasa, 19 Januari 2010

Dolanan Anak Kian Terpinggirkan


Dulu kita sering melihat sekerumunan anak bermain congklak (dakon), gobak sodor, jamuran, pasaran, delikan atau yang biasa kita sebut dengan dolanan anak. Biasanya dolanan anak dimainkan di halaman rumah maupun ketika malam bulan purnama (padhang mbulan). Pemandangan seperti itu banyak ditemukan di desa. Namun kini kita sudah jarang sekali menjumpai pemandangan seperti itu di desa apalagi di kota. Dolanan anak seakan-akan sudah terpinggirkan dan tergeser dengan permainan modern seperti play station (PS) maupun permainan di game net yang baru naik daun akhir-akhir ini.
 
Kebanyakan orang tua berdalih bahwa yang penting bisa menyenangkan anaknya. Dan sekarang permainan modern sudah menjamur di mana-mana bahkan di pelosok desa sekalipun. Padahal jika ditelusuri lebih jauh lagi, permainan modern dapat menanamkan sikap egois dalam diri anak. Mengapa? Permainan anak seperti PS hanya dimainkan secara individu, sedangkan lawan main sudah disediakan dalam permainan tersebut. Itu sangat berakibat kurang baik bagi perkembangan psikologis anak. Anak-anak menjadi terbiasa melakukan sesuatu sendiri dan kerja sama dengan orang lain tidak berarti bagi mereka.


Lain halnya dengan dolanan anak. Permainan tradisional yang sudah dianggap jadul atau ketinggalan jaman itu justru memiliki banyak sisi positif bagi perkembangan psikologis anak. Melalui dolanan anak, mereka sudah terbiasa dengan kerjasama dan saling menolong. Mereka juga lebih mudah dalam beradaptasi dengan suasana baru.

Rabu, 16 Desember 2009

Keunikan yang Bukan untuk Diseragamkan

Ketika saya menginjakkan kaki pertama kali untuk menjalani Program Pengakraban dengan Lingkungan ( Probaling) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SD Kanisius Eksperimental Mangunan (SDK E Mangunan), banyak sekali hal-hal baru yang saya temui. Sejauh saya melangkahkan kaki di sana, pengalaman berharga yang tak terlupkan terajut jua.

SDK E Mangunan yang merupakan rintisan Romo YB Mangunwijaya dan berlokasi di Mangunan Kalotirto Berbah Sleman Yogyakarta tersebut memang unik. Di SDK E Mangunan, anak-anak tidak memakai seragam saat menuntut ilmu di sekolah tersebut. Anak-anak bebas berekspresi melalui pakaian yang mereka kenakan. Rasa sosialisasi yang tinggi terhadap sesama siswa, guru, orang tua bahkan masyarakat tercipta sangat baik.

Senin, 14 Desember 2009

Pentingnya Kreativitas Anak-anak dalam Belajar dan Sistem Pendidikan


Dunia anak-anak merupakan pewarnaan emosional yang paling nyata. Kompetensi-kompetensi dini yang dihasilkan anak-anak akan mendorong kreativitas mereka selanjutnya. 

Anak-anak merupakan objek paling murni untuk digali kemampuannya melalui kreativitas yang tercipta.Mereka bukanlah miniatur orang dewasa. Perlakuan khusus sebagai anak-anak sangat mereka butuhkan. Menurut saya kreativitas merupakan suatu aktivitas dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau kombinasi baru berdasarkan unsur-unsur yang telah ada sebelumnya menjadi sesuatu yang berarti dan bermanfaat. Kreativitas dapat terwujud di mana saja, kapan saja dan oleh siapa saja tanpa memandang usia maupun tingkat pendidikan tertentu. 

Menyibukkan diri dengan melakukan hal-hal yang kreatif sangat bermanfaat dan memberikan kepuasan tersendiri. Hal tersebut tampak ketika anak-anak yang asyik bermain dengan permainan konstruktif seperti menyusun balok-balok, puzzle dan sebagainya. Mereka seakan-akan tidak bosan dan tidak mau diganggu. Seperti yang terlihat saat saya menjalani Program Pengalaman Lapangan ( PPL ) di SD Kanisius Eksperimental Mangunan, kreativitas anak-anak sangat dihargai. Mengubah barang bekas seperti kardus atau botol menjadi sesuatu yang berguna, alat peraga pembelajaran atau menjadi kerajinan tangan. Ada juga ular tangga pengetahuan, yang dapat dipakai untuk belajar sekaligus untuk bermain. Tak dipungkiri lagi bahwa kreativitas dapat meningkatkan kualitas hidup.